Sabtu, 22 Agustus 2026
Breaking News
Pendidikan

Semarak HUT RI ke-81, TBM Nalendra Hidupkan Tradisi Membaca di Tengah Era Digital

Anan | | 3 mnt baca
Semarak HUT RI ke-81, TBM Nalendra Hidupkan Tradisi Membaca di Tengah Era Digital
Bagikan:

CIANJUR —Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut dirasakan masyarakat di Kampung Rahayu, Desa Pusakasari, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Nalendra menggelar kegiatan peringatan kemerdekaan yang dipusatkan di Sanggar Baca TBM Nalendra, Kp. Rahayu RT 03/RW 03, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti warga baca, murid Sekolah Dasar (SD), anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta melibatkan pelajar tingkat SLTA di Kecamatan Leles. Kehadiran berbagai kelompok usia tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi momentum perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan pembelajaran bagi masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan merupakan hasil kolaborasi berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Desa Pusakasari, unsur Kecamatan Leles, organisasi perangkat daerah (OPD), instansi pendidikan, Puskesmas Leles, para donatur, relawan, hingga beberapa SPPG MBG.

Dukungan juga diberikan Pemerintah Desa Pusakasari, Ketua RT dan Ketua RW setempat. Kader PKK Desa Pusakasari turut terlibat dalam kegiatan tersebut atas arahan Bunda PKK Desa Pusakasari.

Camat Leles Apresiasi Konsistensi TBM Nalendra

Camat Leles, Segi Tabah Faturahman, S.E., meskipun tidak dapat hadir secara langsung, menyampaikan apresiasinya melalui sambungan seluler kepada pengelola dan peserta kegiatan.

Ia mengapresiasi konsistensi TBM Nalendra yang selama ini terus berupaya menghidupkan budaya membaca di tengah perkembangan teknologi dan kebiasaan anak-anak yang semakin dekat dengan dunia digital.

Menurutnya, keberadaan taman bacaan masyarakat memiliki peran penting dalam mengembalikan kebiasaan anak-anak untuk membaca sekaligus membuka wawasan mereka terhadap berbagai pengetahuan.

A. Munawar Ajak Warga Rawat Tradisi Membaca

Dalam kesempatan yang sama, A. Munawar, S.IP., menyampaikan pesan kepada warga baca agar tidak berhenti menjadikan membaca sebagai kebiasaan.

Ia mengajak masyarakat untuk terus merawat tradisi membaca karena literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia, khususnya generasi muda di lingkungan Desa Pusakasari.

TBM Nalendra Bergerak dengan Semangat Kerelawanan

Pengelola TBM Nalendra, Mira Asmarani, menyampaikan rasa haru sekaligus syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Mira mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tahunan dalam rangka memperingati HUT RI tersebut dapat terlaksana.

Menurutnya, TBM Nalendra selama ini bergerak dengan semangat kerelawanan. TBM tidak mendapatkan dukungan anggaran seperti lembaga-lembaga lainnya, namun tetap berupaya menyediakan tempat dan ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak, agar tradisi membaca tidak hilang di tengah kemajuan zaman.

Kami bersifat relawan yang menyediakan tempat dengan tujuan agar tradisi membaca tetap terawat di tengah kemajuan zaman yang serba digital ini,” ungkap Mira.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Forum TBM Kabupaten Cianjur, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Cianjur, serta Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang selama ini dinilai telah memberikan motivasi, saran, serta turut menjaga komitmen dalam pengembangan budaya membaca.

Kemerdekaan dan Literasi Berjalan Bersama

Kegiatan HUT RI ke-81 di TBM Nalendra menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk kegiatan positif di tengah masyarakat.

Bagi TBM Nalendra, kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan berbagai perlombaan, tetapi juga melalui upaya membangun generasi yang memiliki akses terhadap pengetahuan.

Dari sebuah sanggar baca di Kampung Rahayu, semangat tersebut terus ditanamkan: anak-anak membaca, masyarakat bergerak, relawan berkontribusi, dan budaya literasi tetap hidup.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus digitalisasi, buku dan tradisi membaca masih memiliki tempat penting dalam perjalanan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka, membaca, belajar dan berkarya.

Komentar (0)